Rabu, 20 Agustus 2008

Ruang Tanya-Jawab: Perpuluhan

Pertanyaan tentang “PERSEMBAHAN PERPULUHAN”

Dear Dr. Jeff Hammond,

Bolehkah saya mengajukan beberapa pertanyaan tentang Perpuluhan ?

1.Apakah persembahan perpuluhan hanya dipersembahakan melalui Gereja dimana kita berbakti saja? Di Gereja lain apakah boleh ?

2.Bolehkah kita pergunakan perpuluhan kami untuk membantu orang miskin? Apakah tindakan ini bisa diterapkan seperti apa yang dikatakan Tuhan Yesus : Jika engkau memberi makan kepada yang lapar atau baju yang terlanjang, sesungguhnya engkau telah melakukannya untuk Aku ?

3. Bagaimana menghitung perpuluhan dengan kasus seperti ini :

Saya membeli sebuah rumah pada tahun 1996 dengan harga Rp.250 juta (kurs Rupiah terhadap US Dollar pada waktu itu US$ 1 = Rp.2500.-) dan pada tahun ini yaitu 2008 saya telah menjual rumah itu dengan harga Rp.2,2 milyard (kurs Rupiah terhadap US Dollar pada hari itu ialah US$ 1 = Rp.9,100), ada dua cara saya menghitungnya:

a. Harga jual Rp.2,2 milyard / Rp.9100 = US$241758.- dikurangi harga beli:

Rp.250 juta/ Rp.2500 = US$100000

US$241758-US$100000=US$141758

Maka Perpuluhan US$141758 X Rp.9100 X 10 % = Rp.128,999,780.-

b. Menghitung dengan mengabaikan pertukaran kurs:

(Rp.2,2 milyard - Rp.250 juta ) X 10 % = Rp.195,000,000.-

Perhitungan yang benar yang a atau b ?

JN

Dear JN,

Terima kasih atas pertanyaan yang begitu menarik. Izinkan saya menjawab secara tidak langsung dulu dengan mengungkapkan sedikit pelajaran tentang persepuluhan.

Pertama-tama, persepuluhan dimulai di zaman Abraham sebagai tindakan iman (Kejadian 14) sebagai respons terhadap kunjungan dan berkat Ilahi yang diberikan kepadanya. 430 tahun kemudian baru muncul Hukum Taurat (Galatia 3:17) yang tidak dapat membatalkan perjanjian Allah kepada Abraham. Artinya, persepuluhan berdasarkan iman tetap berlaku selama masa Hukum Taurat. Namun, di samping iman, Hukum Taurat menambahkan ‘kewajiban’ dalam mempersembahkan persepuluhan. Pada waktu zaman Hukum Taurat ternyata ada TIGA PERSEPULUHAN bukan hanya satu:

1. Persepuluhan pertama, yaitu 10% yang harus disetor di Rumah Tuhan, tempat umat Tuhan dilayani dan di tempat mereka diberi makanan rohani. Perpuluhan itu adalah untuk kehidupan para pelayan, suku Lewi. Itulah kewajiban bagi Umat Tuhan – Bilangan 18:21-24; Maleakhi 3:8-10. Dalam persepuluhan pertama, 10% dari 10% atau persepuluhan dari persepuluhan adalah untuk kehidupan para Imam (keturunan Harun dan ke-empat anaknya) yang memimpin para pelayan suku Lewi – Nehemia 10:37-38.

2. Persepuluhan kedua, yaitu 10% kedua. Persepuluhan yang kedua tidak disetor di dalam Rumah Tuhan, tetapi disimpan di rumah sendiri sebagai tabungan wajib untuk mempersiapkan dana untuk menutupi biaya dalam melakukan ibadah. Pada khususnya, persepuluhan ini dipakai untuk menutupi biaya perjalanan ke Yerusalem tiga kali setahun pada waktu Masa Raya Paskah, Masa Raya Pentakosta dan Masa Raya Pondok Daun. Biaya perjalanan, makanan dan akomodasi harus ditanggung dari persepuluhan kedua itu dan masing-masing diperintah untuk menggunakannya dengan bersukacita dalam merayakan Masaraya Tuhan itu – Ulangan 12:4-18; 14:2-27; 16:16. Masa kini, mungkin dapat diaplikasi pada biaya menghadiri ibadah dan biaya retreat, seminar dsb.

3. Persepuluhan ketiga, yaitu 10% yang disetor setiap tahun ketiga. Seperti yang kedua, persepuluhan ini tidak disetor di Rumah Tuhan tetapi dalam masing-masing rumah. Persepuluhan ketiga adalah untuk bantuan sosial, untuk memberi makan yang miskin, janda-janda, para pelayan yang susah dan pengembara asing yang melewati negeri kita – Ulangan 14:28-29.

Tiga jenis perpuluhan itu terikat pada Hukum Taurat dan kita tidak lagi hidup dibawa Hukum Taurat, namun ada beberapa prinsip yang diajarkan yang penting:

a. Persepuluhan pertama, seperti persepuluhan Abraham, adalah milik Tuhan dan diberikan kepada Tuhan untuk kehidupan para pelayan. Yesus telah menganjurkan bahwa persepuluhan perlu terus dilakukan – Matthew 23:23; Lukas 11:42. Rasul Paulus telah mengajarkan persepuluhan dan persepuluhan dari persepuluhan sebagai pola menghidupkan para pelayan dan dia mengutip dari sistem Taurat sebagai peneguhannya – 1Korintus 9:6-14. Kesimpulan dari ayat-ayat ini adalah persepuluhan pertama itu masuk di tempat kita dilayani agar mendukung pelayanan disitu dan jangan memberangus mulut lembu yang sedang mengirik! Lihat juga Ibrani 7:1-10.

b. Persepuluhan kedua masa kini dapat diaplikasikan sebagai dana simpanan kita untuk membiaya diri pergi ke ibadah, seminar, retreat, Sekolah Alkitab, yaitu pesta-pesta rohani yang kita mau ikut dan supaya kita bersukacita. Walaupun persepuluhan kedua ini adalah dari Taurat yang tidak lagi berlaku, namun ada prinsip kehidupan yang baik yang dapat kita tarik daripadanya.

c. Persepuluhan ketiga adala tanggung-jawab sosial kita terhadap kaum miskin, anak-anak piatu dan para pelayan yang kesulitan dana. Walaupun persepuluhan ketiga tidak lagi berlaku namun prinsip kasih terhadap orang lain tetap berlaku bahkan adalah lebih kuat – 1Yohanes 3:16-18.

Jadi, dalam mempelajari persepuluhan, yang penting bukan menghitung daun selasih seperti kaum Farisi tetapi apa yang ada dalam hati kita. Apa kita memberi karena terpaksa? Itu sama sekali tidak menguntungkan Anda atau siapapun. Tuhan mencari hati iman yang memberi dengan kasih dan sukarela karena yang demikian akan diberkati.

Secara praktis, kalau menjual rumah untuk membeli rumah lain, kalau itu rumah tinggal, saya merasa tidak ada persepuluhan. Itu hanya ganti rumah, dan kalau kita harus menghitung semua inflasi, kenaikan gaji, perubahan kurs, berapa biaya yang dipakai dalam rumah dsb jangan-jangan kita jadi seperti kaum Farisi itu yang menghitung daun selasih.

Kalau itu adalah rumah kedua sebagai properti investasi, yaitu untuk untung, barulah dihitung laba rugi dalam menghitung keuntungan. Jadi, bukan harga jual tetapi keuntungan yang diperoleh yang merupakan untung untuk menghitung persepuluhan. Prinsip yang sama berlaku untuk semua pedagang. Persepuluhan dihitung dari untung setelah semua biaya dibayar. Sisanya adalah untung.

Dalam persepuluhan Anda, berilah di tempat Anda dilayani dan diberi makanan rohani dan pelayanan penggembalaan supaya ‘lembu’ sanggup melakukan tugasnya. Kalau Anda mau juga membantu pelayan-pelayan yang lain, puji Tuhan! Lakukanlah dengan dana yang lain seperti kita diajarkan dengan prinsip persepuluhan ketiga.

Akhirnya, ingatlah bahwa kita tidak di bawah Hukum Taurat dan sistem 3 persepuluhan tidak lagi diwajibkan kepada kita, namun prinsip-prinsip yang diajarkannya kita ambil dan aplikasikan dalam 3 jenis tanggung-jawab:

i. Tanggung-jawab mendukung pelayanan setempat

ii. Tanggung-jawab mempersiapkan dana untuk ibadah dan pesta-pesta rohani kita.

iii. Tanggung-jawab untuk membantu kaum miskin, janda, piatu dan pelayan yang susah.

Dan tentu di luar persepuluhan, jangan lupa ada persembahan sukarela. Tuhan tidak menghitung daun selasihmu, Dia melihat hatimu, kasihmu dan imanmu!

Tuhan memberkati,

P’Jeff

4 komentar:

Anonim mengatakan...

ijinkan saya untuk menuliskan komentar dan pertanyaan tambahan di sini :) thanks.

mengenai perpuluhan jenis ke-3 ini, kenapa 'sangat jarang' dibicarakan di mimbar-mimbar pak?

kemudian - semoga saya tidak sedang menghitung selasih - , saya ingin menanyakan ini :

]-->Persepuluhan ketiga, yaitu 10% yang disetor setiap tahun ketiga.

apakah ini maksudnya adalah 1x10% dari penghasilan saya, atau 12x10% penghasilan saya ditahun ketiga, atau 3x12x10% dari total gaji saya selama tiga tahun pak?

karena beberapa tahun yang lalu ada seorang teman saya yang menanyakan saya "boleh gak kl perpuluhan saya, sekali2 saya kasih ke orang miskin?" dan saya, yang saat itu diingatkan ttg ayat tersebut, menjawabnya dengan ayat yang sama yaitu di ul 14:28. yang berarti, hanya 1x10% saja.

trims

Hc

Anonim mengatakan...

SAYA HANYA SETUJU JIKA PERPULUHAN ITU DIBERIKAN DIDALAM BENTUK KEBUTUHAN MAKANAN ATAU PUN PAKAIAN.SAYA TIDAK SETUJU DIBERIKN DALAM BENTUK UANG KARENA PADA ZAMAN ISRAEL MEREKA TIDAK DI SURUH TUHAN PERSEMBAHKAN UANG.DAN PADA ZAMAN SEKARANG BANYAK PENDETA DAN HAMBA2X THN YG MENYERONG FIRMAN 10% DARI ARTI DAN MAKSUD THN YG SEBENARNYA.IMAMAT 27:30-33,ULANGAN 14:22-29 DIAYAT INI DGN JELAS PADA ZAMAN ITU THN SURUH MEREKA YG UDAH DIBERKATI DGN PANEN YG BERLIMPAH2X MEMBAYAR 10% DGN BAHAN MAKANAN UNTUK JANDA2X,YATIM PIATU,ORANG ASING DAN SUKU LEWI,BUKAN UTK BANGUN GEDUNG GEREJA YG MEGAH2X UTK DIPAMER DAN DI LIAT ORG.BUKAN UNTUK DANA INI DAN ITU TAPI UNTUK MENGISI PERUT ORG MISKIN.JADI JGN KAMU SURUH ORG MISKIN YG PENGHASILANNYA KURANG DISURUH BAYAR 10%.JADI HAMBA2X TUHAN YG ADALAH ORG UPAHAN JGN SUKA SEMBARANGAN MENYERONG FIRMAN THN YOHANES10:12-13. SEKARANG TAK AKAN LG SUMBANGKAN UANG SAYA JUMLAH BESAR KE GEREJA,YG SY BERIKAN ADALH KPD MEREKA YG BUTUH MAKAN.JADI HAMBA TUHAN JGN CUMA BERKOAR-KOAR DIMIMBAR TENTANG TRANSFORMASI DOANG TAPI TDK PERNAH MEMBERIKAN ULURAN TANGAN KEPADA YG PERUT LAPAR PURA2X BUTA DAN TULI DAN TDK TAU AKAN KEBUTUHAN SI MISKIN DAN SELALU MINTA UANG 10% SAMA JEMAAT.JGN SAMPAI KAMU INJILI ORG TAPI KAMU MALAH MASUK NERAKA. SEKIAN PROTES SAYA JIKA ADA YANG MAU DIBANTAH SAYA SIAP MELAYANI EMAIL SAYA DI lica_cinere@yahoo.com God bless u.

Anonim mengatakan...

Jeff:
Pertama-tama, persepuluhan dimulai di zaman Abraham sebagai tindakan iman (Kejadian 14) sebagai respons terhadap kunjungan dan berkat Ilahi yang diberikan kepadanya.

Komentar:
Ibr 7:4 Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.

Alkitab mencatat Abraham memberi 10% dari harta rampasan, dan hanya tercatat dilakukan 1 (satu ) kali sepanjang umurnya. Memberi 10 (sepuluh) persen dari harta rampasan jelas bukan persepuluhan rutin dari penghasilan/keuntungan.

Memberi 10% dari rampasan jelas berbeda dengan dokrin persepuluhan yang diajarkan sebagian gereja-gereja masa kini. Kasus pemberian sukarela (satu kali) Abraham tidak dapat dijadikan dasar untuk menegakan dokrin persepuluhan (apalagi kalau disertai dengan ancaman kutuk belalang).


Jeff:
Yesus telah menganjurkan bahwa persepuluhan perlu terus dilakukan – Matthew 23:23; Lukas 11:42.

Tanggapan:
Jelas tercatat bahwa Matthew 23:23; Lukas 11:42 adalah perkataan Yesus kepada ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Apalah berarti Yesus telah menganjukan bahwa persepuluhan perlu terus dilakukan? Tidak. Kesimpulan itu terlalu berani.

Yesus menegur orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka melalaikan hukum Taurat.
Kenapa Yesus menegur? Karena sebagai orang Israel, para Farisi dan ahli Taurat, wajib melakukan persepuluhan. Mereka terikat hukum Taurat selamanya.

Bagi orang Israel, hukum Taurat harus dilakukan semuanya, tanpa kecuali. Tapi orang-orang Kristen sudah tidak hidup dibawah hukum Taurat.

Mat 23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Luk 11:42 Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.



Jeff:
Rasul Paulus telah mengajarkan persepuluhan dan persepuluhan dari persepuluhan sebagai pola menghidupkan para pelayan dan dia mengutip dari sistem Taurat sebagai peneguhannya – 1Korintus 9:6-14.

Komentar:
1Korintus 9:6-14 tidak bicara tentang persepuluhan!

Tapi kalau tetap mau mengutip Rasul Paulus di 1Kor 9:6-14, sebaiknya juga meneladani Rasul Paulus di 1Kor 9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Siapa yang dimaksud para pelayan dalam konteks ini?
Pendeta? Full-Time? Atau seluruh jemaat?


Jeff:
Walaupun persepuluhan ketiga tidak lagi berlaku namun prinsip kasih terhadap orang lain tetap berlaku bahkan adalah lebih kuat – 1Yohanes 3:16-18.

Komentar:
Jeff benar, persepuluhan tidak berlaku lagi . 1Yohanes 3:16-18 tidak berbicara tentang persepuluhan, tapi tentang mengasihi. Prinsip kasih tidak sama dengan hukum Taurat - persepuluhan.

Jemaat perlu diajar sesuai dengan apa yang tertulis pada Firman. Dokrin harus diujui Firman, kalau tidak lulus, dokrin harus diubah.

Ajarkan jemaat untuk bertanggung jawab, memberi dengan sukacita, murah hati, rela hati, kepada yang membutuhkan dll sesuai dengan prinsip kasih, daripada menanam dokrin persepuluhan.

1Yoh 3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
1Yoh 3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
1Yoh 3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Anonim mengatakan...

jika kita seorang petani,,,baiklah kita membri sesuai apa yg kita hasilkan.
jika kita seorang pengusaha...baiklah kita berikan sesuai apa yg kita hasilkan...

LAKUKANLAH APA YANG ENGKAU PANDANG BAIK. terlebih memberi daripada menerima.
Tuhan memberkati.